Bandara Purbalingga

Beberapa minggu lalu sempat ada pemberitaan beredar yang menyebutkan informasi Hoax terkait Rute penerbangan beberapa maskapai penerbangan lokal di bandara Jendral Besar Soedirman.

Tetapi sebagai masyarakat indonesia di daerah jawatengah seperti Purbalingga, Banyumas, cilacap dan Banjarnegara tentu merasa bahagia bila Bandara tersebut segera Beroperasi.

Sebelumnya Bandara ini dikelola oleh TNI Angkatan Udara sebagai bandara Militer. Bandara ini dirancang dengan konsep desain yang terinspirasi Gunung Selamet di dareah Purwokerto.

Bentuk Gunung selamet akan menjadi bentuk atap di atas terminal Penumpang.Proses Pembangunan Bandara baru ini mulai signifikan, dimana landasan pacu dan Taxiway sudah 100 persen.

APA DAMPAK POSITIF ADANYA BANDARA BARU INI UNTUK KABUPATEN BANJARNEGARA.

TRANSPORTASI YANG CEPAT

Transportasi mana yang paling cepat di dunia di jaman sekarang. Tentu jawabanya adalah Pesawat Terbang, Dari ibukota jakarta sekarang kita cukup menghabiskan waktu kurang lebih satu jam menuju Banjarnegara melalui bandara Jendral Besar Soedirman. Waktu yang efisien sangat diharapkan oleh masyarakat akhir-akhir ini karena kesibukan mereka, tentunya di imbangi dengan Budget ongkos masing-masing. Bila kita naik transportasi via darat seperti bis atau mobil dari jakarta menuju Kabupaten, kita bisa menghabiskan waktu sekitar 8-10 jam dan Cukup melelahkan.

GAIRAH INVESTASI DI JAWATENGAH

Infrastruktur yang baik sangat dibutuhkan oleh daerah Kabupaten, apalagi yang secara Geografis daerah tersebut berbukit dan bergunung-gunung. Adanya transportasi yang mudah dan efisien tentu mempermudah di sektor bisnis. Adanya bandara baru JB Soedirman diharapkan akan mempermudah para investor untuk membuka usaha di daerah sekitar, Khususnya Banjarnegara dan pasti sangat berdampak baik untuk mengurangi Pengangguran.

SEKTOR PARIWISATA

Di bandara baru ini ada terminal dengan ukuran 3.000 meterdan ditargetkan mampu menampung 500 ribu orang per tahun. Dampak yang mungkin sangat terasa bagi masyarakat indonesia adalah mempermudah akses ke destinasi wisata di jawatengah khususnya Banjarnegara. Siapa yang tidak tau Dataran tinggi Dieng, Dieng sekarang menjadi salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh masyarakat indonesia.

Apalagi, ketika musim embun Es disekitar bulan juli-agustus, dieng cukup ramai dan bahkan beberapa hunian Homestay disana ludes di Booking jauh-jauh hari oleh para wisatawan.Pemerintah daerah Banjarnegara harus menyiapkan strategi yang baik untuk menghadapi di bukanya Bandara JB Soedirman. Kita tahu bahwa Sektor Pariwisata sangat cepat untuk menaikkan Sektor Ekonomi Masyarakat, Dengan adanya wisatawan yang datang kebanjarnegara tentu para pelaku usaha restaurant, Hotel, Warung makan, pedagang kaki lima, penjual Souvenir akan terkena imbas yang positif.

Menyiapkan infrastruktur transportasi secara makro agar mempermudah perjalanan wisatawan ke Dieng dan juga wisata penyangga lainnya disekitar Banjarnegara.Bila perlu Pemda Banjarnegara melalui dinas Pariwisata dan beberapa stockholder pariwisata memiliki outlet khusus di Bandara tersebut. Outlet bisa berupa Gerai umkm yang menjual aneka kerajinan khas Banjarnegara dan memiliki ITC Informasi Tourism Center,guna mempermudah penyampaian paket-paket wisata dan destinasi wisata yang ada di Banjarnegara ke para calon wisatawan yang ada di Bandara tersebut.

Moda transportasi yang nyaman dan terintegrasi ke beberapa objek wisata unggulan di banjarnegara juga harus segera disiapkan. Pemerintah daerah harus bekerjasama dengan beberapa biro wisata dan stockholder pemilik armada untuk bekerjasamauntuk memfasilitasi wisatawan yang akan berkunjung ke Banjarnegara melalui Bandara BJ Soedirman.Denganupaya tersebut semoga Banjarnegara siap menyambut wisatawan dari pelosok indonesia.

GOBANJARNEGARA

By Millenial

We Are Millenial :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *